silahkan singgah... semoga nyaman...

Counters

Minggu, 15 November 2009

Kopi Susu

Jika kita tidak suka minum kopi karena mengandung kaffein atau menghindari susu karena menggemukkan, kenapa tidak coba kopi susu. Katanya lebih sehat, enak dan tidak menggemukkan (bukan kata saya loh, melainkan menurut para ahli dalam sebuah artikel yang pernah saya baca).

Beberapa orang lebih suka kopi saja (termasuk variasi jenisnya) atau susu saja. Beberapa lainnya tidak menyukai keduanya, kopi maupun susu. Dan beberapa lagi menyukai keduanya dalam porsi yang sama: kopi susu.

Kopi susu adalah perpaduan kopi dan susu. Rasa kopi pekat yang pahit dan susu lembut yang manis menyatu padu dengan harmonis. Menciptakan cita rasa baru dengan aroma yang lebih bersahabat. Yang ketika kita mencecapnya, terasa pahitnya kopi sekaligus manisnya susu dalam waktu bersamaan. Seolah mengingatkan kita tentang hidup; ada pahit dan manis.

Maka kebanyakan penyuka kopi susu adalah orang-orang yang cinta damai. Mereka adalah orang-orang yang percaya akan pentingnya suatu keseimbangan dalam hidup. Seperti yin dan yang. Hitam dan putih. Pahit dan manis. Layaknya kopi dan susu.

Kopi dan susu adalah dua karakter berbeda yang sama kuat. Namun keduanya saling melengkapi satu sama lain. Saling menghargai dan mentolerir perbedaan. Justru ketika berkolaborasi, mereka menjadi sesuatu yang lebih....menyenangkan.

Jika dianalogikan, pastilah tidak ada hubungan yang seromantis kopi susu. Sebab sebuah hubungan itu adalah tentang memahami. Dan memahami adalah tentang bagaimana menyatukan ketidakseragaman, bukan menyeragamkan, atau mendominasi satu sama lain. Seperti hubungan kopi dan susu.

gambar diambil dari sini

Tulisan ini saya persembahkan sebagai kado ulang tahun untuk seseorang tercinta yang berada 700 kilometer dari tempat saya menuliskan ini. Terinspirasi dari percakapan saya dengannya beberapa hari lalu tentang kesukaannya pada teh pahit yang berlawanan dengan saya yang lebih memilih teh manis. (trus hubungannya apa dengan kopi susu?hehe..)

Kamis, 15 Oktober 2009

"Don't Judge The Book"

Tentu kita pernah mendengar istilah "Don't judge the book by its cover", yang mempunyai pengertian kurang lebih bahwa kita jangan menilai sesuatu atau seseorang dari penampilan luar (cover) nya saja. Frase tersebut jika diterjemahkan ke dalam kalimat berbeda berarti nilailah sesuatu atau seseorang dari apa yang 'tidak tampak diluar'.

Saya setuju bahwa penampilan luar seperti pakaian yang dikenakan, kendaraan yang dipakai atau rumah yang ditinggali, itu semua belum tentu mencerminkan karakter, kepribadian maupun hati seseorang atau yang saya sebut diatas tadi 'yang tidak tampak diluar'. Namun berita buruknya, kebanyakan manusia yang katanya bersifat sosial ini cenderung lebih sering menilai seseorang dari luarnya saja.

Padahal ada tipikal orang seperti saya, yang kadang pada situasi tertentu lebih memilih mengenakan pakaian seadanya, yang menurut saya simple dan praktis (namun belum tentu menurut orang) juga nyaman dipakai untuk pergi ke mall, toko atau pasar. Alasannya supaya tidak kelihatan menyolok, apalagi mengundang orang jahat yang mungkin berkeliaran di jalanan. Supaya orang menganggap saya ini orang biasa saja, padahal saya bisa makan makanan sehat dan bergizi tiga kali sehari(dan itu menurut saya luar biasa. hehe).

Dan ada juga tipikal orang seperti pengemis di perempatan jalan, yang kadang membawa balita sambil terpincang-pincang untuk menyentuh sisi kemanusiaan para dermawan. Padahal saat durasi mangkalnya telah selesai dan harus berganti shift dengan pengemis lain, ia bisa berjalan dengan tegap, mengganti pakaian tak layaknya dengan kemeja yang bersih dan wajah yang berseri, lalu mengembalikan balita sewaannya itu ke pangkuan orang tuanya.

Maka kawan, jangan menilai orang dari luarnya. Sebab penampilan luar terkadang menipu.

Menurut saya, lebih baik tidak usah menilai. Why don't we live borderless by stop judging people. Menilai hanya akan membatasi kita untuk tahu apa yang tidak tampak diluar penilaian kita.

------

Postingan diatas saya ikut sertakan dalam program LIVE BORDERLESS SPEAK UP CHALLENGE 2009 bertema SOSIAL & KEMANUSIAAN untuk kategori BLOGGER, dengan judul posting "Don't Judge The Book".

Saya mohon dukungan kawan blogger semua dengan memberikan comment dan terutama vote- nya. Syaratnya gampang kok, kalian tinggal mendaftar sebagai member saja supaya bisa vote dan comment.

Terima Kasih

Rabu, 30 September 2009

Belajar Seperti Ia

Aku belajar bersabar seperti ia
yang selalu menunggu cahaya matahari
untuk membuatnya bersinar,

Rembulan..

Aku belajar berbagi seperti ia
yang menjadi teman bagi nelayan
sekaligus tempat para pemimpi
menggantungkan harapan,

Bintang...

Aku belajar mencintai seperti ia
yang memberi terang kehidupan
dengan penuh keikhlasan,

Matahari...

Aku belajar menjadi
Rembulan dan bintang dan matahari,

Karenamu..

Kamis, 17 September 2009

Sweet Butter Cookies Ala Mel

Hari ini tiga hari menjelang Lebaran, saya ingin membagikan salah satu resep kue paling sederhana yang bisa disajikan pada hari Lebaran. Dan kebetulan, membuat butter cookies paling enak dan manis memang merupakan salah satu kebisaanku yang diakui oleh saudara dan teman-teman.... Hehe... Selamat mencoba resep Sweet Butter Cookies Ala Mel berikut ini:

Bahan2
01 mentega 100 gr
02 keju secukupnya (bisa diganti menurut selera)
03 gula halus 100 gr
04 tepung terigu 200 gr
05 vanili 0,5 sdt
06 kuning telur 2 butir
07 margarin secukupnya

note:
- mentega lazim disebut juga room boter atau creamy butter, yaitu terbuat dari susu murni.
- margarin adalah mentega yang dibuat dari kelapa sawit.

CARA MEMBUAT:
01 campur mentega, gula halus, kuning telur dan vanili.
02 kocok sampai lembut.
03 masukkan tepung terigu sambil adonan dikocok.
04 aduk adonan yang hingga tercampur rata.
05 oleskan margarin pada loyang.
06 adonan dipipihkan hingga tipis.
07 beri taburan keju parut diatasnya.
08 potong-potong dengan ukuran menurut selera.
09 susun diatas loyang yang telah diolesi margarin tersebut.
10 masukkan dalam oven dan panggang dengan panas sedang.
11 kue telah matang bila berwarna kuning kecoklatan.
12 simpan dalam wadah atau toples yang kering bila kue tersebut sudah dingin.
13 cocok untuk dijadikan parcel atau kado dengan menghiasi wadah tersebut menurut selera.

note:
- lama memanggang 10 - 15 menit, tergantung jenis adonan juga tebal tipisnya kue.
- suhu oven kurang lebih 180 C, karena kue kering mudah hangus bila terlalu panas.

Rabu, 05 Agustus 2009

for my brother in distance

Foto diatas diambil di Prambanan kurang lebih 15 tahun yang lalu. Paling kanan adalah ibu saya, sebelah kiri ibu adalah kakak saya satu-satunya, Mas Indra, lalu saya, ayah saya dan paling kiri adalah adik saya satu-satunya, Pondra.

Ferrial Pondrafi nama lengkap adik saya. Nama 'Ferrial' berarti lahir di bulan Februari. Sedang 'Pondrafi', kebanyakan orang mengira diambil dari nama pemain sinetron yang juga putra mahkota Pura Mangkunegaran Solo, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, padahal disebut demikian karena lahir pada Sabtu Pon. Dan biar terkesan modern alhasil jadilah namanya Pondrafi, supaya terdengar seperti Bonjovi. Dan memang, satu-satunya anggota keluarga kami yang menunjukkan bakat dalam hal musik ya cuma adik saya ini.

Saya dan adik saya, Pondra, memiliki karakter yang berbeda, seperti hitam dan putih (dan memang warna kulit kami sebeda itu), atau seperti air dan api (dimana dia cenderung menjadi air daripada api). Ia memiliki kulit yang putih, rupawan mirip blasteran Jerman, rendah hati dan berakhlak baik. Dia pintar, selalu beruntung, punya banyak teman dan berjiwa sosial tinggi. Sedang karakteristik saya adalah karakter dia jika diputar 249 derajat. hehe.. Namun, meskipun saya tidak punya lemari yang penuh dengan buku-buku pengembangan diri yang membuat dia menjadi wiseman atau tidak pernah mendapatkan beasiswa saat kuliah seperti dia, saya tidak pernah merasa iri padanya. Saya justru ikut bangga dengan segala keberhasilan dan keberuntungannya. Sebab biar bagaimanapun dia adalah adik saya satu-satunya.

Mungkin sudah digariskan demikian bahwa dia mewarisi sifat-sifat baik dari keluarga saya. Sedang sifat jahat dan kebiasaan buruk keluarga justru melekat dengan sukses pada saya. Tapi satu hal yang membuat saya bangga dengan keluarga saya, bahwa seperti apapun diri kita, keluarga adalah satu-satunya tempat yang bisa menerima kita apa adanya. Sebab keluarga adalah tempat kita pulang saat kita telah lelah berjalan. Jika meminjam istilah dari cerita animasi 'Lilo and Stitch' tentang arti keluarga yaitu 'family means no one gets left behind'. Sebab saat salah satu anggota keluarga terpisah raga, rasanya jiwa juga ikut terpisah.

Malam ini saya mendapat balasan email dari Pondra yang saat ini sedang terpisah dengan keluarga. Ia sedang berada di Megelang untuk menyelesaikan tugas magang nya.

Subject: Surat Untuk Keluarga
Date : Wed, 8/5/09 9:06

Trims ya mbak foto-fotonya, aku jadi serasa pengen pulang.

sebenarnya banyak sekali cerita dan pelajaran yang bisa diambil pas di Magelang. kalo aku ceritakan lewat e-mail ini, mungkin terlalu banyak.. he3x

ngomong-ngomong ini ada sedikit tulisan yang aku tulis saat aku berada di magelang. tulisan ini aku persembahkan untuk keluarga tercinta di rumah, yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang kepadaku dimanapun aku berada..

===

ini pertama kalinya aku menulis sebuah surat untuk keluarga di rumah.. mungkin ini terdengar berlebihan, namun melalui surat ini aku dapat lebih leluasa untuk mencurahkan isi hatiku.

sebenarnya, banyak sekali pelajaran yang selama ini aku dapatkan selama berada di Magelang. selama di Magelang, aku mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya di rumah. terutama sebuah pelajaran akan arti pentingnya sebuah keluarga. keluarga yang selalu ada saat aku butuh.. keluarga yang selalu memberi perlindungan, dan keluarga yang selalu memberikan kehangatan atas dinginnya malam.

di Magelang, aku merasakan betapa sepinya saat tidak ada keluarga yang menemani. aku belajar bahwa keluarga adalah tempat yang selalu menerima kita apa adanya, tempat yang selalu memberikan keamanan dan kasih sayang tulus yang sebenarnya. keluarga adalah temnpat yang memberikan banyak sekali pelajaran kehidupan dan memberikan makna akan indanya sebuah kehidupan.

dari sinilah aku akhirnya sadar bahwa selama ini aku telah mendapatkan keluarga yang sangat-sangat hebat yang selalu mencintaiku apa adanya. aku mungkin terlalu sibuk dengan urusanku sendiri, hingga akhirnya akupun selalu lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepada keluargaku. mungkin selama ini aku malu untuk mengucapkan 'terima kasih', kepada Ibu, Bapak, Simbah, Mbak Lissa, Mas Indra saat aku berada di rumah. maka dari itu, melaui surat ini, aku ingin sekali mengucapkan TERIMA KASIH atas semua hal yang telah kalian berikan kepadaku. Terima Kasih atas cinta, pengorbanan, dan kebaikan yang selalu kalian berikan kepadaku dimanapun aku berada.

selain itu aku juga ingin mengucapkan bahwa aku sangat-sangat mencintai kalian, kata yang belum pernah aku ucapkan sebelumnya saat aku berada di rumah.. aku sangat bersyukur karena menjadi bagian dari keluarga ini. aku sangat bangga dengan keluarga ini dan aku percaya bahwa keluarga inilah keluarga yang terbaik di dunia..

banyak sekali pelajaran dan kenangan yang aku dapatkan dari keluarga ini. banyak sekali kasih sayang dan cinta yang aku dapatkan dari keluarga ini, dan banyak sekali keindahan yang aku temukan dalam keluarga ini..

saat menulis tulisan ini, ingin rasanya aku berada di rumah bersama dengan kalian. namun aku belum bisa pulang sekarang. mungkin beberapa hari lagi aku akan pulang ke rumah dan bersama dengan kalian lagi..

sekali lagi..

TERIMA KASIH

Ibu, Bapak, Simbah, Mbak Lissa, Mas Indra..

aku mencintai kalian semua!!!

Ferrial Pondrafi
Magelang

(sambil terisak-isak dan mendengarkan lagu Dark Blue dan Rescued dari Jack's Mannequin)

Email yang sungguh menyentuh. Menyegarkan kembali ingatan saya tentang masa-masa yang telah kami lalui bersama. Menyadarkan akan satu pelajaran berharga bahwa kita biasanya jarang menyadari apa yang kita punya sampai kita kehilangan.

"May Allah bless you, brother..."

Februari 1991, tepatnya saat ulang tahun Pondra yang ke 3
sekaligus perayaan ulang tahun saya dan kakak yang telah lewat satu dan dua bulan sebelumnya