silahkan singgah... semoga nyaman...

Counters
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Sunday, November 24, 2013

My Happy Beginning

Hidup memang tak seindah kisah dalam dongeng
Dimana sang putri selalu mendapatkan pangeran rupawan, 
seorang putra mahkota kerajaan yang kaya raya, 
pandai menyanyikan lagu cinta dengan merdu suaranya,
sambil menunggang kuda putih penuh pesona, 
juga berani melawan seekor naga demi putri yang dicintainya. 
Lalu setelah mereka menikah,
maka cerita itu akan berakhir Happy Ending. 
Kisah dongeng selesai begitu saja dengan kalimat, 
"and they lived happily ever after" 
: dan mereka hidup bahagia selamanya.

THE (happiness) END(s)


Namun bagi saya hidup lebih indah daripada itu.
Sebab saya tak perlu menjadi putri untuk bisa dicintai
oleh pria yang bersedia melakukan apa saja demi
membahagiakan wanita yang dicintainya. 
Saya bisa mendapatkannya dari sosok pria sederhana saja,
tak harus setampan, sekaya atau sesempurna sang pangeran. 
Lalu bagian terbaiknya adalah, 
ketika saya menikah dengan pria tersebut, 
kisah bahagia itu tidak berakhir. 
Karena tak pernah ada Happy Ending dalam kisah nyata, 
yang ada adalah Happy Beginning.

so THE (happiness) BEGIN(s)...

***

Solo, 24 November 2013
(a few days before my wedding day : my Happy Beginning)

Sunday, March 25, 2012

Membuat DONAT CINTA

Libur 2 hari kemarin sangat menyenangkan, karena tanpa diduga sang kekasih pujaan hati datang kerumah. Padahal saya tahu beberapa hari sebelumnya dia gagal memesan tiket kereta untuk pulang, tapi dia nekat datang ke Solo^^... Makin menyenangkan lagi karena kali ini kami membuat donat berdua. Sebenarnya ide Aa yang ingin membuat donat disini, saya sendiri tidak bisa membuat donat, jadi bisa sambil belajar.

Hari Jumat atau hari pertama Aa datang, kami habiskan dengan jalan-jalan, nonton kemudian belanja bahan-bahan untuk membuat donat. Aa bilang, paling enak bikin donat itu pagi hari, supaya bisa untuk cemilan seharian. Akhirnya esoknya, pagi2 saya mempersiapkan semua peralatan, setelah siap Aa pun mulai beraksi unjuk kebolehannya membuat donat paling enak sedunia.

Layaknya seorang baker yang profesional Aa mencampur bahan-bahan penuh percaya diri..kemudian mengaduk-aduknya dengan tangan. Ternyata tidak mudah membuat adonan donat yang bagus, karena harus dibanting-banting segala, butuh tenaga yang ekstra kuat. Setelah adonan benar-benar kalis, kami harus menunggu adonan mengembang hingga 2kali lipat sampai akhirnya siap dibentuk.


Setelah selesai dibentuk, adonan harus didiamkan sebentar hingga mengembang lagi, baru bisa digoreng diatas minyak penuh. Kira-kira sejam kemudian donat telah matang semua, tinggal diberi topping. Total kami membuat 40buah donat, salah satunya saya bentuk hati yang kemudian saya namakan donat cinta.


Urusan topping adalah bagian saya.. Makanya setelah matang, gantian saya yang bekerja membuat kreasi topping yang menarik dengan mengaplikasikan coklat, meses, selai, sampai gula halus, sementara Aa tertidur pulas karena kecapean.


Kami bagi-bagikan beberapa donat hasil buatan kami pada saudara maupun teman, karena tidak mungkin donat sebanyak itu bisa habis dalam 1 hari.. Kebanyakan komentar mereka donatnya enak sekali.. Aa memang jago deh pokoknya. Dan ini dia hasil karya saya yang terhebat: Donat Cinta. Selain bentuknya hati yang melambangkan cinta, donat ini juga dibuat dengan rasa cinta dan dalam keadaan hati yang berbunga-bunga penuh cinta.


Thursday, May 19, 2011

Remember My Sweet Moments

Akhirnya nemu juga lagu ini... Lagu yang tiap kali mendengarnya slalu bikin hati berdesir, serasa mengingatkan saya pada kenangan-kenangan manis yang pernah saya lalui bersama dengan seseorang yang istimewa... So romantic and sweet...

Berikut link downloadnya, selamat mendengarkan...

http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/03/Tropicana-Slim-Remember-My-Sweet-Moment.mp3

Remember My Sweet Moments (ost. Tropicana Slim)

Will you remember our sweet moments
and cherished them the way I do
How we spent our special moments together
How we used to share it all...

Will you remember me the way
I remember you... Will you be the same
The last time I saw you, you are the sweetest
Every moment with you is the sweetest one....


Sunday, February 6, 2011

....Ketika

Ketika suatu masalah merayapi kita,
dan kau memilih menelan getirnya egomu bulat-bulat,
tiada yang bisa kuperbuat
selain merelakan butiran tangis jatuh dan luruh perlahan.

Sayang...
Maaf jika aku hanya manusia tak sempurna,
yang selalu berusaha menaklukkan egomu dengan air mata.

Tapi taukah kau?
Aku hanya tlah kehabisan cara membuatmu mengerti
apa yang aku rasa.
Itu saja...

Tuesday, January 18, 2011

Pohon Buat Anak Cucu

-It was my first time to Mekarsari... So excited-

Pagi itu mendung, tapi tidak mengurungkan niat kami pergi kesana. Ya, kami yang saya maksud adalah saya dan sang kekasih pujaan hati^^. Butuh perjuangan untuk bisa sampai kesana, sebab cuaca seakan tidak mendukung kami yang ingin menghabiskan waktu bersama.

Hujan akhirnya ditumpahkan juga oleh mendung yang tak bersahabat, belum lagi jalanan yang penuh lumpur, berlubang, bergelombang, dan paling menyebalkan adalah macet padat merayap. Tapi setelah sampai di Mekarsari semuanya terbayarkan, bahkan cuaca tiba-tiba cerah dan bersahabat. Thank God..

Kami memulai petualangan wisata buah dengan mengikuti paket Greenland Tour. Harga tiket per orang hanya Rp 50.000,-. Saya bilang 'hanya' karena saya rasa ini tidak mahal untuk sebuah tour yang menyenangkan, ditambah oleh-oleh buah2an, souvenir cantik, dan bibit pohon gratis, juga pengalaman tak terlupakan.

Tour dimulai dari pintu masuk area greenland zone dengan menggunakan kereta mini yang menyenangkan. Kami berada di gerbong kedua bersama dengan turis lain yang sama excitednya dengan kami. Kereta berjalan dengan lambat menyusuri kebun2 buah yang berjejer rapi antara satu pohon dengan pohon yang lain.

-Dalam kereta mini-

Pohon buah apa saja ada disini, dari nangka, belimbing, Durian Gundul, Abiu, Rambutan dan banyak lagi. Kami mengunjungi stand Sawo Durian, Salak, Belimbing Malaya, juga Melon dan mendapatkan beberapa buah tangan dari tiap stand. Menarik sekali berwisata buah di Mekarsari.

-Di stand Sawo Durian-

-Kebun Melon-

Selesai tour kami menuju ke Garden Center untuk mengambil bibit tanaman gratis. Seharusnya kami hanya membawa pulang 2 bibit pohon, tapi ada bapak2 baik hati yang memberikan 3 kupon untuk kami sehingga totalnya 5 bibit pohon kami bawa pulang. Betapa senangnya.hehe.. Apalagi kekasih saya adalah orang yang sangat cinta tanaman dan peduli lingkungan. He desperately loves plants, gardening and stuff like that. Go green spirit!!!

-Garden Center-

-That's my loved one....surrounded by plant seeds-

Hari menjelang sore kami pulang setelah puas berwisata di Mekarsari. Sambil merapikan bibit tanaman yang akan kami bawa pulang dia berkata, "Ini buat anak cucu kita nanti "...

Tuesday, January 19, 2010

stay and never leave

leaving someone behind

and being left behind by someone

are two different emotions


i can’t mention or even answer

which one is better


i prefer ask you to stay

and never leave me alone

if i could


cause it always hurts

when it’s time for you to leave

and for me to be left alone

Sunday, November 15, 2009

Kopi Susu

Jika kita tidak suka minum kopi karena mengandung kaffein atau menghindari susu karena menggemukkan, kenapa tidak coba kopi susu. Katanya lebih sehat, enak dan tidak menggemukkan (bukan kata saya loh, melainkan menurut para ahli dalam sebuah artikel yang pernah saya baca).

Beberapa orang lebih suka kopi saja (termasuk variasi jenisnya) atau susu saja. Beberapa lainnya tidak menyukai keduanya, kopi maupun susu. Dan beberapa lagi menyukai keduanya dalam porsi yang sama: kopi susu.

Kopi susu adalah perpaduan kopi dan susu. Rasa kopi pekat yang pahit dan susu lembut yang manis menyatu padu dengan harmonis. Menciptakan cita rasa baru dengan aroma yang lebih bersahabat. Yang ketika kita mencecapnya, terasa pahitnya kopi sekaligus manisnya susu dalam waktu bersamaan. Seolah mengingatkan kita tentang hidup; ada pahit dan manis.

Maka kebanyakan penyuka kopi susu adalah orang-orang yang cinta damai. Mereka adalah orang-orang yang percaya akan pentingnya suatu keseimbangan dalam hidup. Seperti yin dan yang. Hitam dan putih. Pahit dan manis. Layaknya kopi dan susu.

Kopi dan susu adalah dua karakter berbeda yang sama kuat. Namun keduanya saling melengkapi satu sama lain. Saling menghargai dan mentolerir perbedaan. Justru ketika berkolaborasi, mereka menjadi sesuatu yang lebih....menyenangkan.

Jika dianalogikan, pastilah tidak ada hubungan yang seromantis kopi susu. Sebab sebuah hubungan itu adalah tentang memahami. Dan memahami adalah tentang bagaimana menyatukan ketidakseragaman, bukan menyeragamkan, atau mendominasi satu sama lain. Seperti hubungan kopi dan susu.

gambar diambil dari sini

Tulisan ini saya persembahkan sebagai kado ulang tahun untuk seseorang tercinta yang berada 700 kilometer dari tempat saya menuliskan ini. Terinspirasi dari percakapan saya dengannya beberapa hari lalu tentang kesukaannya pada teh pahit yang berlawanan dengan saya yang lebih memilih teh manis. (trus hubungannya apa dengan kopi susu?hehe..)

Wednesday, September 30, 2009

Belajar Seperti Ia

Aku belajar bersabar seperti ia
yang selalu menunggu cahaya matahari
untuk membuatnya bersinar,

Rembulan..

Aku belajar berbagi seperti ia
yang menjadi teman bagi nelayan
sekaligus tempat para pemimpi
menggantungkan harapan,

Bintang...

Aku belajar mencintai seperti ia
yang memberi terang kehidupan
dengan penuh keikhlasan,

Matahari...

Aku belajar menjadi
Rembulan dan bintang dan matahari,

Karenamu..

Wednesday, August 5, 2009

for my brother in distance

Foto diatas diambil di Prambanan kurang lebih 15 tahun yang lalu. Paling kanan adalah ibu saya, sebelah kiri ibu adalah kakak saya satu-satunya, Mas Indra, lalu saya, ayah saya dan paling kiri adalah adik saya satu-satunya, Pondra.

Ferrial Pondrafi nama lengkap adik saya. Nama 'Ferrial' berarti lahir di bulan Februari. Sedang 'Pondrafi', kebanyakan orang mengira diambil dari nama pemain sinetron yang juga putra mahkota Pura Mangkunegaran Solo, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, padahal disebut demikian karena lahir pada Sabtu Pon. Dan biar terkesan modern alhasil jadilah namanya Pondrafi, supaya terdengar seperti Bonjovi. Dan memang, satu-satunya anggota keluarga kami yang menunjukkan bakat dalam hal musik ya cuma adik saya ini.

Saya dan adik saya, Pondra, memiliki karakter yang berbeda, seperti hitam dan putih (dan memang warna kulit kami sebeda itu), atau seperti air dan api (dimana dia cenderung menjadi air daripada api). Ia memiliki kulit yang putih, rupawan mirip blasteran Jerman, rendah hati dan berakhlak baik. Dia pintar, selalu beruntung, punya banyak teman dan berjiwa sosial tinggi. Sedang karakteristik saya adalah karakter dia jika diputar 249 derajat. hehe.. Namun, meskipun saya tidak punya lemari yang penuh dengan buku-buku pengembangan diri yang membuat dia menjadi wiseman atau tidak pernah mendapatkan beasiswa saat kuliah seperti dia, saya tidak pernah merasa iri padanya. Saya justru ikut bangga dengan segala keberhasilan dan keberuntungannya. Sebab biar bagaimanapun dia adalah adik saya satu-satunya.

Mungkin sudah digariskan demikian bahwa dia mewarisi sifat-sifat baik dari keluarga saya. Sedang sifat jahat dan kebiasaan buruk keluarga justru melekat dengan sukses pada saya. Tapi satu hal yang membuat saya bangga dengan keluarga saya, bahwa seperti apapun diri kita, keluarga adalah satu-satunya tempat yang bisa menerima kita apa adanya. Sebab keluarga adalah tempat kita pulang saat kita telah lelah berjalan. Jika meminjam istilah dari cerita animasi 'Lilo and Stitch' tentang arti keluarga yaitu 'family means no one gets left behind'. Sebab saat salah satu anggota keluarga terpisah raga, rasanya jiwa juga ikut terpisah.

Malam ini saya mendapat balasan email dari Pondra yang saat ini sedang terpisah dengan keluarga. Ia sedang berada di Megelang untuk menyelesaikan tugas magang nya.

Subject: Surat Untuk Keluarga
Date : Wed, 8/5/09 9:06

Trims ya mbak foto-fotonya, aku jadi serasa pengen pulang.
sebenarnya banyak sekali cerita dan pelajaran yang bisa diambil pas di Magelang. kalo aku ceritakan lewat e-mail ini, mungkin terlalu banyak.. he3x
ngomong-ngomong ini ada sedikit tulisan yang aku tulis saat aku berada di magelang. tulisan ini aku persembahkan untuk keluarga tercinta di rumah, yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang kepadaku dimanapun aku berada..
===
ini pertama kalinya aku menulis sebuah surat untuk keluarga di rumah.. mungkin ini terdengar berlebihan, namun melalui surat ini aku dapat lebih leluasa untuk mencurahkan isi hatiku.
sebenarnya, banyak sekali pelajaran yang selama ini aku dapatkan selama berada di Magelang. selama di Magelang, aku mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya di rumah. terutama sebuah pelajaran akan arti pentingnya sebuah keluarga. keluarga yang selalu ada saat aku butuh.. keluarga yang selalu memberi perlindungan, dan keluarga yang selalu memberikan kehangatan atas dinginnya malam.
di Magelang, aku merasakan betapa sepinya saat tidak ada keluarga yang menemani. aku belajar bahwa keluarga adalah tempat yang selalu menerima kita apa adanya, tempat yang selalu memberikan keamanan dan kasih sayang tulus yang sebenarnya. keluarga adalah temnpat yang memberikan banyak sekali pelajaran kehidupan dan memberikan makna akan indanya sebuah kehidupan.
dari sinilah aku akhirnya sadar bahwa selama ini aku telah mendapatkan keluarga yang sangat-sangat hebat yang selalu mencintaiku apa adanya. aku mungkin terlalu sibuk dengan urusanku sendiri, hingga akhirnya akupun selalu lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepada keluargaku. mungkin selama ini aku malu untuk mengucapkan 'terima kasih', kepada Ibu, Bapak, Simbah, Mbak Lissa, Mas Indra saat aku berada di rumah. maka dari itu, melaui surat ini, aku ingin sekali mengucapkan TERIMA KASIH atas semua hal yang telah kalian berikan kepadaku. Terima Kasih atas cinta, pengorbanan, dan kebaikan yang selalu kalian berikan kepadaku dimanapun aku berada.
selain itu aku juga ingin mengucapkan bahwa aku sangat-sangat mencintai kalian, kata yang belum pernah aku ucapkan sebelumnya saat aku berada di rumah.. aku sangat bersyukur karena menjadi bagian dari keluarga ini. aku sangat bangga dengan keluarga ini dan aku percaya bahwa keluarga inilah keluarga yang terbaik di dunia..
banyak sekali pelajaran dan kenangan yang aku dapatkan dari keluarga ini. banyak sekali kasih sayang dan cinta yang aku dapatkan dari keluarga ini, dan banyak sekali keindahan yang aku temukan dalam keluarga ini..
saat menulis tulisan ini, ingin rasanya aku berada di rumah bersama dengan kalian. namun aku belum bisa pulang sekarang. mungkin beberapa hari lagi aku akan pulang ke rumah dan bersama dengan kalian lagi..
sekali lagi..
TERIMA KASIH
Ibu, Bapak, Simbah, Mbak Lissa, Mas Indra..
aku mencintai kalian semua!!!
Ferrial Pondrafi
Magelang
(sambil terisak-isak dan mendengarkan lagu Dark Blue dan Rescued dari Jack's Mannequin)
Email yang sungguh menyentuh. Menyegarkan kembali ingatan saya tentang masa-masa yang telah kami lalui bersama. Menyadarkan akan satu pelajaran berharga bahwa kita biasanya jarang menyadari apa yang kita punya sampai kita kehilangan.

"May Allah bless you, brother..."

Februari 1991, tepatnya saat ulang tahun Pondra yang ke 3
sekaligus perayaan ulang tahun saya dan kakak yang telah lewat satu dan dua bulan sebelumnya

Tuesday, July 7, 2009

begitu istimewa

ketika aku mengatakan bahwa kamu begitu istimewa
aku mengatakannya dengan hati
yang gembira akan adamu
menghargai kejujuranmu
dan menikmati selera humormu

aku mengatakannya dengan kesetiaan
yang datang dari dalam

aku mengatakannya dengan senyuman hangat dan bahagia di wajahku
dan rasa terima kasih karena kamu begitu berarti

aku mengatakannya dengan penuh penghargaan dan kejujuran dan cinta
ketika aku katakan kamu adalah orang yang istimewa

Wednesday, June 17, 2009

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

This is one of my favourite poem. Karya Sapardi Djoko Damono, seorang maestro puisi cinta, begitu kalangan sastrawan menyebutnya. Dan hal yang membanggakan saya adalah, saya pernah bertemu dengan beliau..hihi...

Check this one out Bertemu Sang Maestro Puisi Cinta

Friday, June 5, 2009

Sebuah Pertemuan Cinta

Matahari masih mengintip malu-malu di ufuk Timur bersama awan putih yang juga tengah setia mencumbu langit biru kala saya menunggunya di stasiun itu. Di antara jalur satu dan dua saya duduk diam ditemani dingin, dengan harapan yang cukup besar dan rindu yang siap tertumpah. Ternyata tidak gampang mengatur detak jantung yang semakin tak karuan ketika ujung penantian ini terasa semakin dekat. Tak dapat pula saya tolak waktu membawa saya ke suatu masa dimana dengannya pada akhirnya saya akan bertemu.

Saya berbincang dengan seorang ibu yang sedari tadi duduk tak jauh di sebelah saya untuk membunuh waktu. Saya coba tak hiraukan kecemasan akan kemungkinan sebuah penolakan setelah sebuah pertemuan. Namun ternyata tetap saja gelisah menggelayuti pikiran saya.

foto diambil di Lempuyangan pada posting 1 jam prambanan ekspress

Selang sepuluh menit berlalu, saya merasakan rel di jalur satu bergetar. Di ujung rel itu, terlihat cahaya yang menyilaukan, melaju kereta api Bengawan dengan kecepatan yang semakin melambat dari arah Barat hingga akhirnya berhenti tepat di hadapan saya duduk. Suara roda kereta yang bergesekan dengan rel saat berhenti melengking keras, bunyi uap yang keluar pun mengikuti kemudian. Pintu terbuka.

Penumpang tumpah seketika dari dalam kereta tersebut. Ada yang terburu-buru, ada yang kebingungan mencari sanak saudaranya, dan ada juga yang tenang-tenang saja. Para pedagang dan sopir serta merta berebutan mencari pelanggan. Ramai sekali. Sedang saya, masih duduk diam, hanya mata saya yang sibuk mencari-cari wajah pria yang saya tunggu. Meskipun kami belum pernah secara langsung bertemu, setidaknya saya hafal wajahnya melalui foto-foto yang pernah dia kirimkan beberapa bulan belakangan.

Kemudian diantara lalu lalang kerumunan itu, muncul segurat wajah yang bagi saya familiar. Ia seolah menampilkan ekspresi terbaiknya dengan menyunggingkan senyum termanisnya, demi sebuah kesan yang baik pada pertemuan pertama. Pria itu berjalan mendekat dengan tenang dan pandangan yang tak lepas dari saya. Segera saya berdiri setelah dia tinggal beberapa langkah di depan saya, sejenak saya terpaku memandangnya. Saya bersikap se-kasual mungkin saat ia sudah sangat dekat.

Detik-detik pertemuan itu seakan mengalir perlahan layaknya adegan slow motion. Keriuhan di dalam stasiun kala itu pun tiba-tiba tak terdengar. Hening melanda sesaat, hanya terdengar suara hati berbicara:

"Cinta... Apakah itu dia?"

Saya ingat betul moment itu, akan selalu terframe indah di sudut memori sampai kapanpun.

Monday, May 4, 2009

Seorang Istri Seharusnya...

Posting ini sengaja Mel tujukan untuk para istri
yang sedang merasa tidak berhasil menjalankan
perannya dalam berumahtangga,
semoga bisa sedikit membantu...


Pada dasarnya pria lebih mudah jatuh cinta, dan sekali ia menemukan cinta ia akan melakukan apapun untuk membahagiakan wanita yang dicintanya. Sedang wanita, pada dasarnya lebih suka dicintai, ia rela melakukan apapun untuk dapat dicintai pria pujaannya.

Namun setelah terjadi ikatan pernikahan, keadaan seperti berbalik, pria seolah-oleh lebih senang dicintai daripada mencintai. Karena para pria, sekali ia mencemplungkan diri ke dalam sebuah perkawinan, ia akan melihat masa depan sebagai situasi yang santai dan aman karena ia merasa rumah dan kenyamanan sudah terjamin dengan keberadaan istrinya.

Lalu saat suami merasa kehidupannya telah terjamin oleh istrinya, ia akan menumpahkan segala daya upaya untuk menggeluti bagian terpenting dari hidupnya, yaitu karir. Sementara mereka juga ingin tetap dicintai dan disayangi oleh istri. Suami tetap ingin diinginkan, dirindukan, dirawat, dimanjakan dan dibuat bahwa apapun yang dilakukannya di luar rumah selalu dipuja dan dihargai karena mereka pikir yang mereka lakukan adalah demi orang-orang yang dicintainya: istri dan anak-anaknya.

Sayangnya saat mereka terlalu larut dalam kesibukannya, istri akan merasa tidak lagi dicintai oleh suami, sehingga yang didapatkan suami pada akhirnya adalah sang istri yang berhenti mencintai hal-hal positif dalam dirinya dan mulai mengkritik hal-hal negatifnya. Kemudian suami akan merasa dituntut melakukan perubahan. Padahal makhluk yang disebut pria tidak menyukai diatur untuk melakukan perubahan. Lebih-lebih jika perubahan itu diusahakan oleh sang istri dengan air mata.

"Pelajaran penting pertama menjadi seorang istri adalah, jangan menuntut suami berubah menjadi seseorang yang kita inginkan, misalnya menjadi seseorang yang romantis, penuh perhatian, selalu memberi kejutan, dan sebagainya. Terimalah dia apa adanya dan ketimbang merubah suami, lebih baik ubahlah diri menjadi istri yang pantas mendapatkan semua itu darinya. Menerima apa adanya bukan berarti tidak peduli dengan segala kekurangannya, melainkan menerima kekurangan dan bisa mentolerirnya."

Bagi pria, hidup seharusnya merupakan suatu serangkaian kesuksesan. Dan seharusnya seorang istri bisa memberikan rasa aman, rasa puas akan dirinya, selalu mendukungnya, selalu menghargai dan percaya tindakannya adalah bagian dari upaya menuju kesuksesan. Istri juga diharapkan selalu bisa mengerti keinginannya meski tanpa diutarakan sekalipun seperti keinginan untuk disayang dan dimanja. Yang juga bisa merubah mereka tanpa membuat mereka merasa seperti boneka yang digerakkan. Sehingga wajar jika mereka tidak suka ketika merasa menjadi anak buah kapal dimana istrinya sebagai kaptennya karena selalu menuntut perubahan padanya.

Sebenarnya ketika suami mendambakan kesabaran istri, menghendaki istri selalu mengerti apa yang dilakukannya, bahkan ingin dimanjakan oleh hal-hal kecil yang dilakukan istrinya seperti dibuatkan kopi sepulang kerja, dipijati punggungnya, bukan berarti para suami ini adalah makhluk–makhluk patriarkis yang sedang menjajah istrinya. Malah sebaliknya, itu hanyalah cerminan dari kelemahan pria.

Betapa suami membutuhkan istrinya (padahal pria paling anti menunjukkan kebutuhan karena itu dianggapnya suatu kelemahan), betapa suami membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam pelukan dan curahan sayang istrinya, betapa suami membutuhkan rasa bangga diri dan kepuasan atas segala kehebatan dirinya yang hanya bisa didapatkan dari istrinya. Tidak peduli istrinya adalah seorang wanita karir atau bukan, kebanyakan suami menginginkan istri menjalankan perannya sebagaimana mestinya.

"Pelajaran penting kedua adalah istri yang baik itu seharusnya tidak pernah berhenti mencintai, menghargai dan membanggakan suaminya. Adalah ia yang tidak pernah berfikir bahwa suami meniadakan eksistensinya atau melakukan tindakan yang menyepelekan dirinya atau melakukan pelanggaran hak asasi terhadap dirinya atas pemenuhan keinginan suami. Ia yang justru melihat kebutuhan itu sebagai bentuk kecintaan suami padanya."

Saya bukan sedang membela para suami dengan membenarkan mereka berhenti mencintai istri ketika merasa tidak lagi dicintai. Saya justru sedang membantu para istri supaya tidak kehilangan cinta atas suaminya...

(Lagi-lagi, saya sedang terserang sindrom sok bijak ketika menuliskannya. Hihi ^^)

NB:
Untuk sahabat Mel yang sedang bermasalah dengan rumah tangganya, semoga cepat menemukan solusi terbaik...Amin

Monday, April 13, 2009

Je t'aime

Satu frase romantis nan sederhana suatu kali jatuh pada saya.
Terlontar dari pribadi baru yang saya tak pernah sangka.

Namun,
cukup untuk menstimulir hormon bahagia yang telah lama
terperangkap dalam cangkang kecewa lepas bebas.

Goyahkan tembok hati yang selama ini terlalu defensif
terhadap peluang untuk sebuah cinta yang terkadang ofensif.

Satu frase romantis nan sederhana itu adalah:

"Je t'aime"
(
I love you in French)

Monday, March 30, 2009

diamlah

diamlah
hiburmu tak membantu
justru tajamkan sadarku
akan sakit dan sesal mencintaimu

sungguh diamlah
takkan lenyap lara di kalbu
meski kau rangkai kata-kata manis itu

dekap saja raga ini sejenak di bahumu
hingga luruh segenap air mataku nan pilu
inginku, cukup kau ingat adaku
juga kisah kita yang terlalu biru

maka diamlah
sebab dalam diam, aku akan berlalu
demi bahagiamu

Friday, March 27, 2009

Bukan Salah Rasa

Seharusnya kita dipertemukan dalam skenario yang berbeda, dimana kau lebih dulu menemukanku (daripada dia) dan memilihku. Sebab rasanya sakit saling tahu perasaan masing-masing namun terpaksa harus saling melepaskan.

Aku lupa kapan tepatnya rasa itu datang, tapi aku tak mungkin lupa bagaimana rasanya ketika ia datang. Aku tahu kau pun tahu, sebab kau pun merasakan.

Jadi jangan salahkan rasa, bukan inginnya datang disaat tak tepat.. Salahkan saja dirimu yang terlambat temukanku.

Saturday, March 14, 2009

Aku Melihatmu

Aku telah melihatmu,

Jauh disana.

Bersama dia dan para malaikat kecil,

Tertawa..

Rupanya aku telah melihat titik,

Akhir dari sebuah perjalanan garis kita.

Satu titik,

Yang juga akan mengawali garisku berjalan,

Tanpamu..

Sebab kamu telah memilih

Untuk diam.

Baiknya aku mulai melangkah

Membawa cinta dan luka ini pergi,

Ke arah yang berlawanan

Menjauhimu..

Thursday, February 26, 2009

Jangan Katakan Cinta....!!!!

K H U S U S P E R E M P U A N

Jika kamu perempuan dan sedang jatuh cinta, jangan sekali-sekali jatuhkan harga dirimu demi membuat orang yang kamu cintai tahu perasaanmu. Terutama jika kamu secara fisik cantik dan banyak pengagumnya.

Mengapa demikian?
Begini penjelasan logisnya...

Survei membuktikan bahwa, ada 2 kemungkinan seorang lelaki menerima pernyataan cinta perempuan:

Pertama,
'Kebetulan sekali aku juga suka dia'

Kedua,
jika dia single 'Mumpung ada yang mau nih, cantik pula', jika dia ternyata sudah punya pasangan 'Lumayan, bisa buat selingan'...

See...

Apa iya itu yang sebenarnya kita harapkan. Padahal untuk melakukan itu (menyatakan cinta), perempuan sama saja telah mengorbankan tembok harga dirinya hancur.
Beruntung jika kita mendapatkan kemungkinan yang pertama. Meskipun harga diri kita telah turun beberapa tingkat (dengan menyatakan cinta), namun setidaknya kita mendapatkan balasan cinta yang tulus dari orang tersebut.

Untuk kemungkinan yang kedua, bukankah itu artinya si lelaki menerima cinta tidak dengan tulus? Apalagi si perempuanlah yang pada awalnya 'meminta cinta' pada lelaki tersebut. Yang membuat si lelaki justru lebih leluasa melakukan apa saja terhadapnya cukup dengan memenuhi 'kebutuhan' cintanya.

Ketika perempuan menyatakan cintanya terhadap lelaki pilihan hatinya, itu akan menunjukkan bahwa si perempuanlah yang membutuhkan si lelaki. Maka bagai rejeki nomplok bagi lelaki tersebut mendapatkan cinta tanpa diminta.

Pada dasarnya makhluk berjenis kelamin pria itu lemah terhadap wanita. Atau lebih tepatnya, tubuh wanita. Itulah kenapa agamaku (bukan bermaksud SARA) mengajarkan perempuan untuk menutup auratnya. Maka jangan sampai penyataan cintamu justru dimanfaatkan demi kepentingan nafsunya.

Jangan katakan cinta. Meski seluruh temanmu berargumen soal emansipasi wanita atau kesetaraan gender. Lalu menghubungkan bahwa wanita punya hak yang sama dalam menyatakan cinta. Menurut saya itu salah. Itu tidak berlaku dalam menyatakan cinta.

Ini bukan semata-mata soal persamaan hak atas pria dan wanita, melainkan ini soal kodrat sebagai pria dan wanita. Lelaki sejak jaman Adam dikodratkan untuk lebih mudah tertarik (jatuh cinta) pada perempuan, minimal cukup dengan memandang saja.

Bahkan sampai muncul ungkapan yang menyatakan bahwa 'lelaki memberikan cinta demi mendapatkan sex'. Itu jika dihubungkan dengan sex. Yang mengartikan bahwa, memberikan cinta bagi lelaki itu adalah hal mudah.

Sedangkan perempuan itu berbeda. Sekali perempuan mencintai, ia akan mencintai dengan tulus (maka beruntunglah para lelaki yang dicintai perempuan). Ia hanya akan melihat, mendengar dan merindukan lelaki yang dicintainya, meski ia sedang berada dalam radius pandang para pemujanya. Ia hanya akan tahu cara mencintai lelaki tersebut. Maka tak jarang perempuan sulit untuk jatuh cinta lagi setelah patah hati. Sebab ia tidak tahu cara melupakan cintanya. Ia lebih mempercayakan tugas itu pada waktu, bukan diri sendiri.

Sekali lagi, jangan katakan cinta meski kamu yakin lelaki tersebut juga mencintaimu.

Perempuan akan lebih mudah disia-siakan ketika ia menyatakan cinta terlebih dahulu. Tunggulah si lelaki menyatakan cintanya. Itupun juga perlu pertimbangan yang logis. Jangan buru-buru menerimanya meski kamu juga mencintainya. Buatlah dia meyakinkanmu akan cintanya. Biar bagaimanapun, perempuan itu lebih aman dicintai daripada mencintai.

Lalu bagaimana jika kita secara fisik biasa saja? Karena di awal tulisan saya bilang 'terutama jika kamu secara fisik cantik'. Bukan berarti kita yang biasa saja boleh atau sah-sah saja menyatakan cinta. Mau cantik atau biasa menurut saya sama saja. Sama-sama akan merendahkan harga diri sebagai perempuan. Bedanya, kalau biasa saja masih ada kemungkinan lain yang tak kalah menyakitkan selain mendapatkan cinta yang terpaksa, yaitu ditolak.

Namun bagi saya, ditolak masih lebih baik daripada diterima dengan setengah hati atau malah tidak ada hati sama sekali. Nothing to lose. Paling cuma malu sesaat. Sakit juga tak akan seberapa. Masih lebih mudah dihadapi sakitnya daripada sakit hati karena mendapatkan cinta yang terbelah atau cinta yang dikhianati.

Saya sendiri, tidak pernah berharap mendapatkan cinta yang terbelah, apalagi mendapatkan potongan yang terkecil. Cinta yang sepotong hanya akan membuat kita selalu mengharapkan potongan kecil lainnya hingga suatu saat menjadi utuh. Dan itu menyakitkan. Lebih menyakitkan bila harapan akan potongan-potongan kecil lainnya itu tidak pernah terbayar. (Halah, malah curhat^^)

Semoga posting ini bermanfaat...

Wednesday, February 18, 2009

Lupakan Saja Cinta

Cintamukah itu yang berkata
Untukku habis sudah
Tiada sisa
Jadi lupakan saja

Bukan cinta
Untukmu tiada surut setetespun
Hanya saja kau tak perlu tau
Diam-diam pun masih kusimpan
Keping kenangan indah kita

Lalu kenapa lupakan saja
Menderai butiran airmata
Bukankah kita telah saling tau
Telah saling menerima
Lalu telah saling cinta

Lupakan saja lebih baik
Kau adalah ombak berkejaran
Jangan khianati laut yang setia
Demi memeluk pantai yang rindu
Pulanglah
Kutau kau telah lelah

Tuesday, February 17, 2009

Cinta (Bukan) Melodrama

Saat seseorang memasuki kehidupanmu,
Tepatnya ke dalam ruang hatimu,
bagaimanapun orang lain memandangnya,
dia adalah segalanya bagimu.

Saat kau menatap matanya, masuk ke dalam jiwanya
dan kau mengatakan jutaan kata tanpa suara,
kau tahu bahwa hidupmu menghirup debaran jantungnya.
Kau mencintainya dengan sejuta alasan.

Dan ini semua tidak ada hubungannya dengan pikiran
Melainkan hanya dapat kau sentuh dengan perasaan…

*untuk seseorang yang selalu kurindukan